24 Ulama dan Tokoh Agama Keluarkan Pernyataan Sikap

“Terkait Kerusuhan Tolikara Papua”

acehbaru.com | Jakarta – Seluruh ormas dan elemen masyarakat diimbau bersama-sama menyalurkan bantuan untuk masyarakat Tolikara melalui Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) dan Lembaga Amil Zakat Nasional (LAZNAS yang dikoordinasikan oleh Forum Zakat (FOZ).

Ini agar pemulihan dan pembangunan perekonomian di Tolikara berjalan dengan efektif.

Seruan tersebut disampaikan para ulama dan tokoh Islam yang tergabung dalam Komite Umat untuk Tolikara Papua (Komat Tolikara) dalam pernyataan sikapnya, yang disampaikan di Jakarta, Kamis, 23 Juli 2015. (a/jpnn.com)

Berikut isi pernyataan sikap Komat Tolikara :

  1. Menolak pihak-pihak yang menghambat masuknya bantuan dari lembaga-lembaga kemanusiaan resmi dalam rangka pemulihan kondisi sosial dan ekonomi masyarakat di Tolikara
  2. Meminta semua ormas dan elemen masyarakat secara bersama menyalurkan bantuannya secara terkoordinasi melalui BAZNAS dan LAZNAS yang dikoordinasikan oleh FOZ, agar pemulihan dan pembangunan perekonomian di Tolikara berjalan dengan efektif.
  3. Mendorong pihak keamanan memberikan jaminan keamanan dan ketenangan bagi masyarakat muslim di Tolikara dalam melaksanakan kehidupan sehari-hari , pasca insiden penyerangan shalat Idul Fitri
  4. Langkah hukum yang tegas, adil dan transparan terhadap aktor intelektual atau oknum-oknum yang terindikasikan melakukan gerakan radikalisme, separatisme, dan terorisme harus tetap dilakukan untuk mewujudkan keadilan
  5. Masalah Tolikara adalah masalah dalam negeri. Semua pihak perlu mewaspadai kepentingan asing atau pihak lain yang tidak bertanggung jawab terhadap kedaulatan NKRI. TNI dan POLRI harus menindak unsur-unsur atau atribut yang mengarah pada keterlibatan pihak asing yang tidak bertanggung jawab.
  6. Mendorong semua pihak untuk mewujudkan kondisi damai dan toleransi di Kabupaten Tolikara
  7. Mendukung Menteri Dalam Negeri untuk mencabut perda yang telah diakui oleh Bupati Tolikara tentang aturan pembatasan pembangunan rumah ibadah di Kabupaten Tolikara karena bertentangan dengan Undang-Undang dasar dan tidak kondusif untuk toleransi dan kerukunan antar umat beragama, khususnya di Tolikara.

Jakarta, 23 Juli 2015/ 7 Syawal 1436 H

  1. KH Didin Hafidhuddin
  2. KH Hidayat Nur wahid
  3. KH Bachtiar Nasir
  4. KH M Syafii Antonio
  5. KH Yusuf Mansyur
  6. KH M Arifin Ilham
  7. KH Abdul Wahid Alwi
  8. KH Syuhada Bahri
  9. Aries Mufti
  10. KH Muhammad Zaitun Rasmin
  11. KH Bobby Herwibowo
  12. KH Haikal Hasan
  13. Nur Effendi
  14. Ahmad Juwaini
  15. Fahmi Salim
  16. Ahmad Mukhlis Yusuf
  17. Moh Arifin Purwakananta
  18. Jeje Zaenudin
  19. Musthofa B. Nahrawardaya
  20. Adnin Armas
  21. Irfan Syauqi Beik
  22. Bidin Bachrul Ulumuddin
  23. H Wafiudin
  24. Aat Surya Safaat
Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on whatsapp
WhatsApp
Share on linkedin
LinkedIn

Berita Terkait