Gambar Ilustrasi

Pengunjung Cafee Tak Peduli Pandemi Covid-19

acehbaru.com | Aceh Timur-Suasana malam lebaran Idul Fitri, di tengah pandemi Covid-19 Cafe di perbatasan Aceh Timur-Aceh Utara, dipadati ratusan pengunjung.

Pengunjung yang datang meinum kopi sambil bercengkrama dengan kerabat sahabatnya sambil menjamu minuman dan makanan, seakan tidak peduli dengan kondisi yang selama ini di landa Negeri ini.

Pantauan acehbaru.com di cafe itu Rabu malam, 27 Mei 2020, terlihat ratusan pengunjung sedang asyik bercandaria, suasana begitu bising oleh suara celotehan penggunjung, sesekli suasana rada-rada hening, numun itu tidak berlaku lama.

Acehbaru.com mencoba menghampiri seorang pengunjung bernama Safrizal untuk mencoba melalukan percakapan terkait pandemi Covid-19.

Dalam perbincangan itu Safrizal menyebutkan bahwa. Di Aceh khususnya menyangkut dengan Vorona tidal begitu parah, asalkan pemerintah serius membayasi dam memperketat pintu masuk tamu asingng ke Aceh.

“Di Aceh menurut kasat mata saya pandemi Covid-19 tidak begitu parah seperti daerah lain di Indonesia, yang penting pemerintah pro aktif dan serius melakukan pembatasan untuk memperketat tamu dari luar Aceh utuk masuk ke Aceh” pungkas Rizal SH.

Dilanjutkan. Virus ini sebenarnya eabah yang di imporkan dari luar untuk itu dirinya mengharapkan keseriusan pihak berwenang memantau, terutama di perbatasan Sumatera Utata, dengan Aceh, agar nantinya tidak bisa sembarangan tamu luar masuk ke Aceh.

“Kita perlu waspada walaupun itu di aceh terlihat masih normal, seperti kita lihat disini pengunjung yang begitu ramai, ini masih bisa kita jangkau mareka ini masih tergolong orang sekitar karena ini tempat di perbatasan otomatis pengunjungnya orang di dua daerah itu” lanjutnya.

Hal senata di utarakan Sofyan warga Aceh Timur, menyebutkan. Pemerintah jangang menyamakam Aceh demgan daerah lain, di Aceh saat ini masih tergolong normal, tidak serupa daerah lain.

“Saya pernah melihat hasil poling terkait virus ini, di Aceh masih rendah yang terjangkit, kalau kita persentase, tidak mencapai satu petsen yang terjamgkit, tinggal saja pemerintah harus serius menyikapi dal penanganan wabah ini” ujar Sofyan.

Menirutnya. Pemeritah harus tegas dalam mengambil keputusan untuk menangani pandemi ini, perbatasan Sumatera Aceh harus betul-betul di perketat, baik itu pantai timur Aceh, maupun pantai barat selatan itu harus betul di awasi demgan ketat. (tjo)

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on whatsapp
WhatsApp
Share on linkedin
LinkedIn

Berita Terkait